Selasa, 10 Desember 2013

Cahaya Malam


"Maukah kau menjadi cahaya di malamku? bersanding dan mengikrarkan janji setia di altar langit yang disaksikan bumi beserta isinya." Ucap Malam pada kekasih hatinya.

" Mengapa kau memilihku, Malam? Bukankah banyak cahaya lain selain diriku yang bersinar menerangi malammu?" Tanya Cahaya.

"Mungkin sejuta bintang dapat menerangiku, rembulan pun dapat mendampingiku tapi aku hanya butuh dan hanya ingin dirimu lebih dari apapun." Jawab Malam. 

"Aku pun mencintaimu, akan tetapi aku tak bisa bersamamu." Ucap Cahaya.

"Mengapa?"

"Aku mencintaimu karena Allah. Sang Maha Pencipta langit dan bumi. Jika kau hanya butuh diriku, lantas dimanakah Tuhanmu? sedang aku diciptakan untuk menyembahNya dan selalu bedzikir kepadaNya.

Seketika itu Malam tertegun dan merenungkan apa yang telah diucapkan Cahaya padanya. Ia tersadar gelap telah membutakan hatinya dan Cahaya telah menyadarkannya bahwa Allah SWT telah memberikan nikmat yang begitu besar padanya tetapi ia membalas dengan ego hingga melupakan Sang Maha Pencipta.

"Terima kasih Cahaya, kau telah menyadarkanku dengan seberkas cahaya yang kau miliki untuk menerangi relung hatiku ini. Aku pun mencintaimu karena Allah." Ucap Malam.

Kini Malam pun bersanding dengan Cahaya. Cahaya yang menuntunnya menerangi di setiap malamnya. Seberkas cahaya hati untuk gelapnya malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar